LINTAS KHATULISTIWA.COM | Pangkep – Jum’at, 2 Februari 2026 menjadi hari yang penuh arti bagi para petani di Kampung Gellengnge, Kelurahan Ma’rang. Tiga kali seminggu, Lurah Ma’rang, Andi Rita Welly, M.A., S.Sos., M.M., secara pribadi menyempatkan diri mengunjungi dan memantau langsung lahan pertanian seluas kurang lebih 100 hektare yang selama bertahun tahun menjadi sumber keresahan. Kini, lahan yang sempat menjadi sorotan publik ini menunjukkan geliat harapan baru berkat perhatian penuh dari pemerintah kelurahan yang telah membuka kebuntuan komunikasi dan berjuang untuk solusi nyata.
“Perjuangan Lurah Ma’rang tidak sia sia. Melalui komunikasi yang intensif dan pendekatan langsung kepada Bupati Pangkep, permasalahan krusial terkait lahan pertanian Gellengnge yang tergenang air saat musim hujan akhirnya mendapatkan resonansi. Bupati Pangkep telah memberikan jawaban yang ditunggu tunggu: “tahun ini Pemerintah Kabupaten Pangkep memprioritaskan bantuan untuk mengatasi kendala irigasi yang selama ini menjadi momok gagal panen bagi para petani.” ujarnya
Selama bertahun tahun, para petani di Gellengnge hidup dalam kecemasan. Minimnya sistem irigasi yang memadai membuat luasan lahan pertanian yang signifikan ini kerap kali tergenang air hujan. Ketidakseimbangan antara luas lahan dan infrastruktur pengairan yang terbatas mengakibatkan kerugian masif, bahkan mencapai ratusan ton hasil panen setiap tahunnya.
Kondisi yang memilukan ini sempat menjadi viral pada tahun 2025.
“Minimnya perhatian dari pemerintah pusat, baik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) maupun Kementerian Pertanian, terhadap lahan yang sesungguhnya berpotensi menghasilkan ratusan ton beras setiap tahunnya, menuai kritik tajam. Ironisnya, lahan di Gellengnge ini memiliki relevansi kuat dengan program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Meskipun aspirasi para petani telah berulang kali disuarakan oleh pemerintah daerah dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), realisasi perbaikan infrastruktur pengairan baru terwujud setelah hampir dua dekade. Dalam rentang waktu yang panjang itu.
“Melalui kunjungan dan komunikasi intensif yang dilakukan oleh Lurah Ma’rang, Andi Rita Welly, M.A., S.Sos., M.M., serta dukungan dari berbagai pihak, masalah krusial di lahan Gellengnge ini akhirnya mendapatkan perhatian serius.
“Kami bersyukur dan optimis dengan langkah langkah yang diambil. Ini adalah kabar gembira yang sudah lama dinantikan oleh seluruh masyarakat petani di Gellengnge,” ujar salah seorang perwakilan kelompok tani setempat, didampingi oleh Lurah Ma’rang.
“Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa lahan pertanian seluas ratusan hektare ini tidak lagi menjadi area rawan banjir dan dapat dimaksimalkan potensinya untuk ketahanan pangan daerah.
“Diharapkan, dengan adanya perhatian khusus dan skala prioritas terhadap lahan pertanian di Kampung Gellengnge, Kelurahan Ma’rang, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, jeritan hati para petani dapat segera terealisasi. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat mengalokasikan anggaran khusus demi kelangsungan hidup dan ketahanan pangan, sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto, dan tidak sekadar menjadi slogan pencitraan belaka. Langkah konkret dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian, sangat dinantikan untuk solusi jangka panjang yang berkelanjutan.

