Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

April 30, 2026

Ketum LMP Arsyad Cannu: perayaan May Day di berbagai belahan dunia menjadi refleksi bersama antara pemerintah

April 30, 2026

May Day 2026 di Indonesia: Gelombang Aspirasi Buruh untuk Keadilan Sosial dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

April 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Amankan May Day 2026, Polda Sulsel Siagakan 2.181 Personel Gabungan dalam Operasi Kontingensi Aman Nusa I
  • Ketum LMP Arsyad Cannu: perayaan May Day di berbagai belahan dunia menjadi refleksi bersama antara pemerintah
  • May Day 2026 di Indonesia: Gelombang Aspirasi Buruh untuk Keadilan Sosial dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan
  • Polsek Ma’rang Sambut Penilaian Lomba Satkamling Polres Pangkep
  • Sidang Perdana Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Motif “Dendam Pribadi” dan Penolakan TAUD
  • Bhabinkamtibmas Ma’rang Sambangi Pelajar Nongkrong, Tekankan Hindari Tawuran dan Kenakalan Remaja
  • Kapolda Sulsel terima Penghargaan IKPA T.A 2025 Peringkat I dari Kapolri, wujud komitmen pengelolaan anggaran yang profesional dan akuntabel
  • Dari Sambau untuk Negeri, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Kader PDIP Dipolisikan Usai Sebut Soeharto “Pembunuh Jutaan Rakyat” saat Polemik Gelar Pahlawan
Berita

Kader PDIP Dipolisikan Usai Sebut Soeharto “Pembunuh Jutaan Rakyat” saat Polemik Gelar Pahlawan

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHNovember 15, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta-’15/11/2025. Sebuah pernyataan politisi senior PDIP, Ribka Tjiptaning, yang menyulut api perdebatan panas, kini berujung pada laporan polisi. Kali ini, nama almarhum Presiden ke-2 RI, Soeharto, kembali menjadi pusat kontroversi, bukan dalam wacana akademik, melainkan di ranah hukum, akibat lontaran kata yang tajam di tengah polemik pengusulan gelar pahlawan nasional.

Pada Rabu (12/11), Bareskrim Polri menerima laporan dari Aliansi Rakyat Anti Hoaks (ARAH) terhadap Ribka Tjiptaning. Pangkal masalahnya adalah klaim Ribka yang secara eksplisit menyebut Soeharto sebagai “pembunuh jutaan rakyat.” Pernyataan ini, menurut Koordinator ARAH, Iqbal, adalah bentuk ujaran kebencian, penyebaran berita bohong, dan menyesatkan publik.

“Ribka Tjiptaning menyatakan bahwa Soeharto itu adalah pembunuh jutaan rakyat,” kata Iqbal saat ditemui di Bareskrim Polri. Poin krusial bagi ARAH adalah ketiadaan putusan pengadilan yang secara resmi menyatakan Soeharto terbukti melakukan pembunuhan jutaan rakyat. Tanpa dasar hukum yang kuat, pernyataan semacam itu dianggap dapat menyesatkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan kegaduhan. Sebagai bukti utama, ARAH menyerahkan rekaman video pernyataan Ribka yang telah beredar luas di media sosial.

Baca Juga:  Yusril Ihza Mahendra: Pilkada Lewat DPRD Lebih Mudah Diawasi, Tapi Suara Rakyat Tetap Prioritas

Laporan ini dibuat berdasarkan dugaan pelanggaran Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sebuah undang-undang yang kerap menjadi sorotan karena penggunaannya yang multitafsir dan sering dianggap membatasi kebebasan berekspresi.

Kasus ini bukanlah kali pertama nama Soeharto memicu perdebatan sengit. Warisan kepemimpinannya selama 32 tahun Orde Baru adalah kanvas luas yang dilukis dengan warna-warna kontras: dari pembangunan ekonomi dan stabilitas politik di satu sisi, hingga bayang-bayang otoritarianisme, pelanggaran hak asasi manusia, dan korupsi di sisi lain. Polemik mengenai layak tidaknya Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional secara rutin mencuat, membelah opini publik Indonesia.

Baca Juga:  RAIDER 700/BS,Kodam XIV/Hasanuddin Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500

Bagi banyak pihak, terutama korban dan keluarga korban pelanggaran HAM di masa Orde Baru, penyebutan “pembunuh jutaan rakyat” oleh Ribka Tjiptaning mungkin resonan dengan pengalaman traumatis mereka. Sebaliknya, bagi sebagian lain, termasuk mereka yang merasakan kemajuan di era Orde Baru atau yang menganggap Soeharto sebagai figur penting dalam sejarah bangsa, pernyataan tersebut dianggap sebagai fitnah keji dan upaya delegitimasi tanpa dasar.

Batas Antara Kritik dan “Hoaks”

Laporan ARAH terhadap Ribka Tjiptaning menyoroti dilema mendasar dalam diskursus sejarah dan kebebasan berekspresi di ruang publik digital Indonesia. Di mana batas antara kritik tajam terhadap tokoh sejarah, bahkan dengan narasi yang kontroversial, dan penyebaran informasi yang dianggap menyesatkan atau ujaran kebencian yang dapat dipidanakan?

Argumentasi ARAH yang menekankan pada ketiadaan putusan pengadilan yang mengikat Soeharto sebagai “pembunuh jutaan rakyat” mencoba menempatkan perdebatan ini dalam kerangka hukum formal. Namun, sejarah, terutama sejarah yang bergejolak seperti masa Orde Baru, seringkali tidak bisa direduksi hanya dalam hitam-putih putusan pengadilan. Banyak kebenaran sejarah terletak dalam kesaksian korban, riset akademis, dan narasi publik yang lebih luas, meskipun tidak selalu berujung pada vonis hukum.

Baca Juga:  Janda Bersatu: Organisasi Baru Muncul di Palembang, Indonesia

Kasus Ribka Tjiptaning ini kini akan diuji di ranah hukum. Penyelidikan oleh Bareskrim Polri akan menentukan apakah pernyataan seorang politisi tentang sejarah dapat dikategorikan sebagai pelanggaran UU ITE. Lebih dari sekadar persoalan hukum, kejadian ini adalah cermin kompleksitas Indonesia dalam menghadapi masa lalunya, mencari titik temu antara ingatan kolektif, fakta sejarah, dan tuntutan keadilan, di tengah hiruk-pikuk media sosial yang kian memanas. Apakah kebenaran historis akan diputuskan di ruang pengadilan ataukah di panggung wacana publik, masih menjadi pertanyaan yang menggantung

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Amankan May Day 2026, Polda Sulsel Siagakan 2.181 Personel Gabungan dalam Operasi Kontingensi Aman Nusa I

April 30, 2026

Ketum LMP Arsyad Cannu: perayaan May Day di berbagai belahan dunia menjadi refleksi bersama antara pemerintah

April 30, 2026

May Day 2026 di Indonesia: Gelombang Aspirasi Buruh untuk Keadilan Sosial dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

April 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

By Muhammad Taslim.SHApril 30, 2026

*Amankan May Day 2026, Polda Sulsel Siagakan 2.181 Personel Gabungan dalam Operasi Kontingensi Aman Nusa…

Ketum LMP Arsyad Cannu: perayaan May Day di berbagai belahan dunia menjadi refleksi bersama antara pemerintah

April 30, 2026

May Day 2026 di Indonesia: Gelombang Aspirasi Buruh untuk Keadilan Sosial dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

April 30, 2026

Polsek Ma’rang Sambut Penilaian Lomba Satkamling Polres Pangkep

April 30, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

April 30, 2026

Ketum LMP Arsyad Cannu: perayaan May Day di berbagai belahan dunia menjadi refleksi bersama antara pemerintah

April 30, 2026

May Day 2026 di Indonesia: Gelombang Aspirasi Buruh untuk Keadilan Sosial dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

April 30, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.