Konawe Selatan, 9 November 2025 – Di tengah hamparan hijau Bumi Anoa, sebuah tonggak sejarah baru telah ditancapkan. Konawe Selatan, sebuah kabupaten di Sulawesi Tenggara, secara resmi memulai pembangunan Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sebuah peristiwa monumental yang bukan sekadar menandai hadirnya kekuatan pertahanan negara, namun juga membuka lembaran harapan dan peluang bagi seluruh masyarakat.
Pada 6 November 2025 yang lalu, Desa Lalonggombu, Kecamatan Lainea, menjadi saksi bisu dimulainya era baru ini. Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, bersama Komandan Grup 5 Kopassus, Brigadir Jenderal TNI JS Surbakti, dengan khidmat melakukan peletakan patok batas pembangunan secara simbolik. Kegiatan bersejarah ini diawali dengan nuansa kearifan lokal yang kental, yaitu prosesi adat Tolaki, Mooli, yang menjadi jembatan antara masa lalu, kini, dan harapan masa depan. Tak hanya itu, semangat kebersamaan langsung terasa melalui kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bakti Sosial berupa pemberian sembako kepada 200 warga di Desa Lalonggombu dan Ambesea, sebuah gestur awal yang menegaskan komitmen untuk hadir dan melayani masyarakat.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Irham Kalenggo menyebut pembangunan markas Kopassus ini sebagai “tonggak sejarah” bagi daerah yang dipimpinnya. Kebanggaan terpancar jelas dari ucapannya, mengingat dari sekian banyak provinsi yang dipertimbangkan, Konawe Selatan dipercaya menjadi lokasi strategis penempatan pasukan elite berlambang baret merah tersebut, khususnya di Kecamatan Lainea dan Laeya.
Irham Kalenggo juga mengungkapkan bahwa selain Markas Kopassus, daerahnya juga akan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Garuda, sebuah program visioner dari Presiden Prabowo Subianto. Integrasi infrastruktur pertahanan dan pendidikan ini, menurut Bupati, akan menciptakan dampak langsung yang luar biasa positif. “Ini akan membuka ribuan lapangan pekerjaan, memberikan peluang berharga bagi pelaku UMKM, dan menggerakkan sektor-sektor ekonomi lainnya,” tegasnya.
Menutup sambutannya dengan sentuhan filosofis, mantan Ketua DPRD dua periode itu lantang berujar, “Olehnya itu, nikmat mana lagi yang kau dustakan?” Sebuah ajakan tulus kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu, bahu membahu menyukseskan program daerah hingga nasional demi tercapainya kesejahteraan bersama dan target “Program SETARA” yang ambisius
Senada dengan semangat Bupati, Komandan Grup 5 Kopassus, Brigadir Jenderal TNI JS Surbakti, menyampaikan terima kasih mendalam atas dukungan penuh dari pemerintah setempat dan seluruh warga. Dengan nada tegas namun menenangkan, ia menegaskan bahwa kehadiran Kopassus di Konawe Selatan adalah untuk memberikan perlindungan, mengupayakan kesejahteraan masyarakat, dan turut serta menyukseskan program-program pemerintah.
“Seorang prajurit tidak hadir untuk menyakiti hati rakyat, karena telah memegang teguh sumpah prajurit,” ucap Brigjen Surbakti, sebuah pernyataan yang merajut erat ikatan antara militer dan sipil, menghilangkan keraguan, dan membangun kepercayaan.
Lebih lanjut, Brigjen Surbakti menjelaskan bahwa pembangunan markas ini merupakan bagian integral dari upaya pengembangan kekuatan pertahanan negara. Namun, ia juga melukiskan visi yang lebih luas – sebuah sinergi antara militer dan masyarakat. “Akan ada ribuan prajurit Kopassus datang ke tempat ini, ada banyak kebutuhan yang mesti tersajikan. Di sinilah hadirnya masyarakat melalui UMKM dan lainnya,” ujarnya, menjanjikan geliat ekonomi yang masif. Tidak hanya itu, sebuah harapan besar juga ia lontarkan: “Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak warga dapat menjadi kader dan prajurit Kopassus.”
Sebuah impian masa depan juga disematkan untuk Desa Ambesea. Brigjen Surbakti berkeinginan agar kelak desa ini dapat dikenal hingga kancah internasional, di mana adat dan budayanya semakin dikenal luas, berprestasi dari tingkat nasional bahkan internasional, dan masyarakatnya semakin sejahtera.
Kegiatan bersejarah ini tidak hanya menarik perhatian petinggi daerah dan militer, tetapi juga mengundang ratusan masyarakat dari dua kecamatan, Lainea dan Laeya. Kehadiran Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran, Pj Sekda Ichsan Porosi, Ketua TP PKK Nurlita Jaya, Forkopimda, Anggota DPRD Konsel, Camat, para Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta jajaran TNI dan Polri di wilayah tersebut, semakin menegaskan bahwa pembangunan Markas Kopassus di Konawe Selatan adalah agenda bersama yang didukung oleh seluruh lini.
Dengan peletakan patok batas ini, Konawe Selatan tidak sekadar membangun sebuah markas militer. Ia sedang merajut mimpi, menanamkan harapan, dan membuka gerbang menuju era pembangunan yang lebih merata, sejahtera, dan berdaulat. Hadirnya baret merah di Bumi Anoa bukan hanya penanda kekuatan pertahanan, melainkan simbol komitmen terhadap kemajuan rakyat dan bangsa.

