LINTAS-KHATULISTIWA.COM Pangkep, 25 Oktober 2025 – Sore itu, Pasui, Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, masih diselimuti udara sejuk khas daerah pesisir, berpadu dengan aroma samar laut dan pepohonan hijau. Di Jalan Poros Tonasa II, nadi utama yang menghubungkan berbagai aktivitas vital di wilayah tersebut, denyut kehidupan sudah dimulai. Puluhan kendaraan mulai memadati jalan, mengantarkan para pekerja ke pabrik semen, anak-anak sekolah ke gerbang ilmu, dan pedagang ke pasar.
Bagi banyak warga, termasuk , seorang Security Tonasa II yang setiap hari melintasi jalur ini, pohon mangga raksasa di tepi jalan sudah seperti penanda. Rimbun, menjulang, dengan dahan-dahan besar yang seolah merengkuh sebagian langit. Konon, usianya sudah lama,meski kini tak sering berbuah lebat seperti dulu. Ada bisik-bisik yang mengatakan batangnya mulai rapuh di beberapa bagian, namun kerimbunan tajuknya selalu berhasil menepis kekhawatiran itu.
Sekitar pukul 16.45 WITA, sunyi Sore iba-tiba dirobek oleh gemuruh dahsyat. Sebuah dentuman keras mengguncang Aspal, disusul suara retakan panjang yang mengiris udara. Para pengendara yang melintas seketika menginjak rem, mata mereka membelalak tak percaya. Di hadapan mereka, sang raksasa hijau yang selama ini berdiri kokoh, kini terhuyung-huyung. Dengan suara “braaakkkk!” yang memekakkan telinga, pohon mangga itu tumbang, membentang melintang di tengah Jalan Poros Tonasa II, memblokade total akses dari kedua arah.
Debu-debu beterbangan, bercampur dengan dedaunan hijau yang masih segar dan aroma getah mangga yang tajam. Dalam sekejap, jalanan yang tadinya ramai lancar berubah menjadi kendaraan yang terhenti. kebingungan mulai memenuhi suasana.
Berdasarkan penelusuran Lintas-Khatulistiwa.com di lapangan, kejadian itu begitu cepat. Tidak sampai 30 menit pasca-kejadian, warga yang sigap langsung menghubungi aparat kepolisian. Ipda Faesal Kasat Lantas Polsek Bungoro, yang dihubungi oleh warga, segera tiba di lokasi bersama beberapa anggotanya dan Security Semen Tonasa .

“Dugaan awal kami, akar pohon tersebut sudah tidak mampu menahan tangkai yang memang sangat rimbun,” terang Kasat Lantas kepada Lintas-Khatulistiwa.com di tengah hiruk pikuk upaya mengurai kemacetan. Ia menunjuk ke arah bagian pangkal pohon yang terlihat keropos, seolah dimakan usia dan mungkin pula oleh cuaca ekstrem yang silih berganti.
Kemacetan total tak terhindarkan. Kendaraan berderet panjang menguji kesabaran para pengguna jalan. , Kasat Lantas sibuk mengatur lalu lintas alternatif seadanya, meskipun jalanan lain tidak dirancang untuk menampung volume sebesar Poros Tonasa II
Kasat Lantas Polsek Bungoro saat ini sedang berupaya menghubungi pihak Tonasa dan Dinas terkait, Kasat Lantas juga menuturkan siapa saja yang lebih awal bisa menangani untuk menyingkirkan pohon yang menutupi jalan poros ini kami siap membantu karena akses ini Volume kendaraan Cukup tinggi.”Pangkasnya

