Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga

Mei 30, 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba

Mei 30, 2026

Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Mei 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba
  • Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS
  • Personel Polsek Ma’rang Amankan Sholat Idul Adha 1447 H di Masjid Besar Taqwa, Arus Lalin Jamaah Tetap Lancar
  • Polsek Ma’rang Gelar Pengamanan Malam Takbiran Idul Adha 1447 H, Antisipasi Balapan Liar di Jalur Poros
  • Skandal Oknum LURAH BORIAPPAKA di Pangkep: Terciduk Berduaan dengan Staf di KamarPenginapan saat Jam Kerja
  • Kapolda Sulsel Pimpin Konferensi Pers, Ratusan Pelaku Kejahatan Jalanan Berhasil Diungkap
  • Amankan Malam Takbiran Idul Adha 2026, Polres Pangkep Gelar Apel Bersama Forkopimda
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Suara Jurnalis Lokal yang Terbungkam
Berita

Suara Jurnalis Lokal yang Terbungkam

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHOktober 22, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

PANGKEP – 22 Oktober 2025. Langit di atas Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) seolah mendung, bukan karena cuaca, melainkan karena awan kekecewaan yang menggelayuti hati insan pers lokal. Momen penting lawatan kementerian ke rumah duka almarhum Lettu Anumerta Fauzi Ahmad, yang seharusnya menjadi panggung sinergi dan informasi, justru berubah menjadi medan pertarungan atas hak peliputan dan kebebasan pers. Sejumlah wartawan media lokal Pangkep kini meratapi apa yang mereka sebut sebagai “panggung diskriminasi”Dugaan yang dimainkan oleh Instansi Kab.Pangkep

Insiden ini bukan sekadar masalah teknis pengaturan akses, melainkan sebuah tamparan keras terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang secara tegas menjamin kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi. Para jurnalis Pangkep mempertanyakan: Mengapa di rumah mereka sendiri, mereka justru diperlakukan sebagai tamu yang tidak diinginkan, sementara media dari luar daerah disambut dengan karpet merah?

Kronologi Diskriminasi: Dari Mitra Menjadi Paranoid

Awalnya, semangat mengawal informasi begitu membara. Sebanyak 28 nama media lokal telah terdaftar, merepresentasikan denyut nadi informasi masyarakat Pangkep yang siap disalurkan. Namun, harapan itu pupus seketika. Sebuah kabar mengejutkan datang dari staf Kodim 1421/Pangkep: kuota peliputan dipangkas drastis menjadi hanya delapan orang.

Yang lebih mengiris hati, pemangkasan itu bukan hanya tentang angka. Perintah lisan via aplikasi WhatsApp dari seorang perwira, yang kesatuannya belum diketahui, secara spesifik menitahkan bahwa delapan kuota tersebut harus didominasi oleh media dari luar Kabupaten Pangkep. Wartawan lokal Pangkep, yang selama ini menjadi mata dan telinga, penjaga informasi di wilayahnya sendiri, merasa terlempar dari rumahnya sendiri. Akses yang semula terbuka tiba-tiba tertutup oleh apa yang mereka seistilahkan sebagai “Garis Komando Militer” yang secara membingungkan diterapkan dalam mengatur kegiatan sipil.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Hajatan Pernikahan Warga di Desa Alesipitto, Sampaikan Imbauan Kamtibmas

Terpinggirkan di Tanah Sendiri

Kekecewaan para wartawan lokal jauh melampaui masalah kuota. Ini adalah soal prinsip, pengakuan, dan martabat. Mereka merasa terpinggirkan, seolah-olah liputan yang mereka hasilkan dianggap tidak penting, tidak berkualitas, atau bahkan tidak dibutuhkan dibandingkan dengan media eksternal. Perlakuan semacam ini menciptakan jurang antara institusi militer dan pers lokal yang selama ini seharusnya berjalan beriringan sebagai mitra strategis.

Pembatasan ini dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap UU No. 40 Tahun 1999, khususnya yang menjamin hak wartawan untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Kehadiran pihak militer dalam mengatur perizinan liputan pers, apalagi dengan membatasi secara diskriminatif, dinilai telah membungkam fungsi kontrol sosial media dan semangat keterbukaan informasi.

“Instansi yang seharusnya menjadi pilar dan pengawal Pers di negeri ini justru membungkam dengan aturan Militer dari atasannya. Kami hanya bisa meratapi kekecewaan ini,” ujar salah satu wartawan lokal yang namanya enggan disebutkan, suaranya sarat kepedihan.

Baca Juga:  Personel Polsek Ma’rang Hadir Beri Rasa Aman, Pengamanan Ibadah Minggu di Gereja Mappatuo Berjalan Kondusif

Berbeda nasib, media-media dari luar Pangkep justru mendapatkan perhatian khusus dan difasilitasi penuh, konon atas arahan langsung dari salah satu perwira terkait. Diskrepansi perlakuan ini memicu pertanyaan besar mengenai transparansi dan independensi dalam pengelolaan informasi publik di Kodim 1421 Pangkep.

Mendesak Dewan Pers: Penjaga Benteng Kemerdekaan

Melihat kondisi yang mencederai kebebasan pers ini, para wartawan Pangkep berharap agar Dewan Pers dapat segera turun tangan. Mereka mendesak agar insiden ini segera dibawa ke ranah Dewan Pers untuk diklarifikasi dan ditindaklanjuti.

Penting untuk digarisbawahi, media lokal selama ini adalah mitra strategis yang tak ternilai. Mereka adalah yang paling memahami dinamika sosial dan keamanan di tingkat akar rumput, menjadi jembatan informasi antara masyarakat dan institusi, termasuk para Babinsa dan Kodim 1421 Pangkep di lapangan. Mengabaikan dan membatasi mereka sama saja dengan memutus saluran informasi vital bagi Institusi TNI itu sendiri, merenggangkan hubungan yang telah terjalin.

Para jurnalis Pangkep mendesak Dewan Pers agar dapat mengundang pihak-pihak terkait, khususnya perwakilan Kodim 1421 Pangkep, untuk memberikan klarifikasi resmi terkait praktik pembatasan peliputan yang jelas-jelas melanggar kebebasan pers yang dijamin konstitusi.

Baca Juga:  Polres Pangkep Berbagi Takjil dan Jalin Silaturahmi Bersama Awak Media di Bulan Ramadhan

Kejadian di Pangkep ini menjadi cermin betapa rentannya posisi media lokal di hadapan birokrasi dan kekuasaan, dan betapa pentingnya peran Dewan Pers sebagai benteng terakhir penjaga kemerdekaan pers di Indonesia.

Klarifikasi Kodim: Bola Panas ke Kemenhan

Setelah berita tentang kekecewaan ini menyebar, pihak Kodim 1421 Pangkep menyampaikan klarifikasi via WhatsApp. Menurut mereka, ranah peliputan ini sebenarnya sudah menjadi tanggung jawab Humas Kementerian Pertahanan. Pemilihan media, termasuk dominasi media dari luar, disebutkan merupakan keputusan Kolonel Rico dari kementerian tersebut, bukan Kodim 1421 Pangkep.

“Bukan Kodim yang menentukan, karena semua media kemarin yang terdaftar saya kirim ke Humasnya Menhan,” demikian isi pesan klarifikasi tersebut.

Namun, penjelasan ini tidak sepenuhnya meredakan kegelisahan. Pertanyaan tetap menggantung: mengapa Kodim 1421 Pangkep tidak memfasilitasi media lokal sebagai wujud kemitraan, terlepas dari siapa yang pada akhirnya membuat daftar final? Dan yang terpenting, bagaimana memastikan bahwa semangat Undang-Undang Pers benar-benar dihormati dalam setiap lini kebijakan, dari pusat hingga ke daerah terpencil? Kemerdekaan pers adalah hak, bukan privilege yang bisa dibungkam oleh selembar “garis komando” atau alasan prosedural.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga

Mei 30, 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba

Mei 30, 2026

Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Mei 27, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga

By Muhammad Taslim.SHMei 30, 2026

Polres Pangkep– Personil Polsek Mandalle Polres Pangkep yang di pimpin oleh Ps.Ka.Spkt Aiptu A Amiruddin,…

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba

Mei 30, 2026

Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Mei 27, 2026

Personel Polsek Ma’rang Amankan Sholat Idul Adha 1447 H di Masjid Besar Taqwa, Arus Lalin Jamaah Tetap Lancar

Mei 27, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga

Mei 30, 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba

Mei 30, 2026

Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Mei 27, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.