LINTAS-KHATULISTIWA.COM. –Jakarta, 30 Agustus 2025 – Suasana tegang namun terkendali kawasan Mako BRIMOB Kwitang, Jakarta Pusat, pagi ini. Di tengah kerumunan massa yang masih bertahan sejak Subuh, sosok tinggi dengan seragam loreng hijau tua mencuri perhatian. Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, Panglima Kostrad (Pangkostrad), tiba di lokasi dengan langkah tenang namun penuh wibawa. Kehadirannya bukan hanya sebagai pengawas operasi, tetapi juga sebagai penjalin komunikasi antara petugas dan pengunjuk rasa.

Ditemani oleh Irkostrad Mayjen TNI Jannie Aldrin Siahaan dan Asintel Kaskostrad Brigjen TNI Muhammad Nas, Pangkostrad memastikan seluruh personel Kostrad dalam kondisi prima. Namun, yang lebih mengejutkan adalah langkahnya yang justru mendekati barisan demonstran. Dengan sikap terbuka, ia menyapa, mendengarkan keluhan, bahkan tak segan berfoto selfie bersama beberapa peserta aksi.
“Kami di sini untuk memastikan hak Anda disuarakan, tetapi juga menjaga keamanan bersama,” ujar Fadjar dengan suara lantang namun bersahabat. “Fasilitas umum adalah milik kita semua. Mari kita menunjukkan bahwa protes bisa damai tanpa merusak.” Pesannya disambut sorak dan anggukan dari sejumlah pengunjuk rasa yang mengibarkan spanduk kritik sosial.

Pantauan Media Lintas-Khatulistiwa.com mencatat momen unik ini—seorang jenderal bintang tiga yang justru menjadi jembatan dialog di tengah panasnya politik jalanan. Beberapa demonstran terlihat terkejut, namun antusias. “Dia mendengarkan, tidak seperti yang kami duga,” kata Rian, salah satu koordinator aksi.
Di balik layar, Pangkostrad juga memeriksa kesiapan Brimob, memastikan koordinasi antar-satuan berjalan lancar. “Kostrad dan Brimob adalah saudara seperjuangan. Hari ini kami hadir untuk saling mendukung,” tambah Fadjar dalam pengarahan singkat dengan petugas.

Aksi hari ini menjadi contoh langka di mana ketegangan bisa diatasi dengan pendekatan humanis . Tampaknya, Pangkostrad paham betul: keamanan bukan hanya soal kekuatan, tapi juga interaksi emosional. Seiring matahari terik, demonstran mulai membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan Kwitang yang kembali sunyi—setidaknya untuk sementara.
Laporan: Tim Media Lintas-Khatulistiwa

