LINTAS-KHATULISTIWA.COM Pangkep – Sabtu, 10 Mei 2025 – Di tengah medan pegunungan Pangkep yang terjal, seorang anggota Laskar Merah Putih, Ichal (35), mengais rezeki, bukan lewat konflik, tetapi lewat tradisi lama memanen madu hutan. Ichal, warga Kampung Baru di Kel. Labakkang Kec. Labakkang Kab. Pangkep, telah mengelola dan mendapatkan madu asli langsung dari sarang lebah liar yang berada di pegunungan selama bertahun-tahun, menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi yang signifikan di masyarakat.
Menurut investigasi Lintas-khatulistiwa.com, proses pemanenan madu Ichal merupakan bukti dedikasi dan keterhubungannya dengan alam. Untuk mengumpulkan emas cair yang berharga itu, Ichal melakukan ekspedisi tiga hari ke jantung pegunungan Pangkep, berkemah di dalam hutan selama musim puncak panen madu.
Ichal tidak mengerjakan tugas berat ini sendirian. Ia bekerja sama erat dengan keluarganya, yang tinggal di daerah pegunungan Pangkep, memanfaatkan pemahaman mendalam mereka tentang lingkungan setempat dan praktik pemeliharaan lebah tradisional.
Selama tiga hari menjelajah hutan, Ichal biasanya mengumpulkan sekitar 40 liter madu mentah. Sekembalinya ke Labakkang, ia dengan hati-hati mengemas madu tersebut dan menjualnya seharga Rp 150.000 per botol (335 ml), yang menjadi sumber pendapatan yang berharga bagi keluarganya.
Keberhasilan usaha madu Ichal menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan dari pemanenan madu hutan secara berkelanjutan di Kabupaten Pangkep. Namun, untuk mewujudkan potensi penuh industri ini diperlukan dukungan, terutama dari lembaga pemerintah.
Ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang Kab. Pangkep Aco Paranrang berharap, Pemerintah daerah, khususnya Dinas terkait Kab. Pangkep, dapat memainkan peran penting dalam membina sektor yang sedang berkembang pesat ini. dan dapat memeberikan dukungan pelatihan dan lokakarya kepada para pemanen madu lokal tentang praktik terbaik dalam pemeliharaan lebah berkelanjutan, pengelolaan madu berkualitas, dan pemasaran produk yang efektif.
Juga, memfasilitasi akses ke pasar yang lebih besar melalui kampanye promosi dan kolaborasi dengan pengecer dan distributor. Ini akan membantu produsen lokal seperti Ichal menjangkau basis konsumen yang lebih luas dan meningkatkan penjualan mereka.
Dengan dukungan dan sumber daya yang tepat, pemanenan madu hutan dapat menjadi landasan ekonomi masyarakat Pangkep yang berkelanjutan, memberdayakan keluarga setempat, dan melestarikan warisan alam yang unik di wilayah tersebut. Kisah Ichal adalah bukti dari peluang indah yang dapat ditemukan di jantung pegunungan Pangkep.

