LINTAS-KHATULISTIWA.COM Sulawesi Selatan – Setelah viralnya video DJ Nathalie Holscer yang dihujani uang saat manggung di Sidrap, Sulawesi Selatan, Anggota DPR Rusdi Masse Mappasessu (RMS) mengundangnya untuk kembali ke daerah itu. Namun, kali ini bukan untuk menjadi DJ, melainkan untuk mempromosikan wisata dan kuliner setempat.
RMS menanggapi kontroversi tersebut melalui siaran langsung TikTok pada hari Jumat, 18 April, dengan mengatakan, “Kembali ke Sidrap, promosikan pariwisata, makanannya. Bisakah Anda membuat konten tentang itu?”
DJ Nathalie menanggapi positif ajakan tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk meluangkan waktu untuk kunjungan tersebut. “Oke, Pak. Ayo berangkat!” jawabnya.
RMS menegaskan, kepulangannya ke Sidrap harus fokus pada sisi positifnya, bukan pada kontroversi yang dipicu insiden gergaji mesin. “Saya butuh Nathalie untuk membuat konten tentang kuliner, pariwisata. Bukan hanya tentang hujan uang,” tegas Ketua DPW NasDem Sulsel itu.
Dalam siaran langsung tersebut, RMS juga menghubungi Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif untuk mengabarkan rencana pemulangan Nathalie ke Sidrap. RMS menekankan pentingnya Nathalie bertemu dengan tokoh masyarakat Sidrap untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi akibat peristiwa sawer.
Mengonfirmasi rencana tersebut, Bupati Syaharuddin menyatakan mendukung inisiatif RMS namun menegaskan Nathalie harus terlebih dahulu meminta maaf secara terbuka kepada warga Boksu. “Saya minta Nathalie meminta maaf terlebih dahulu,” tegasnya, seperti dikutip di laman Facebook miliknya, Jumat, 18 April.
Kontroversi ini mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan DJ Nathalie tengah tampil di sebuah kelab malam di Sidrap pada Sabtu, 12 April lalu. Dalam video tersebut, terlihat beberapa orang naik ke atas panggung dan melemparkan uang ke arah Nathalie saat ia tampil.
Peristiwa itu pun menuai kontroversi di kalangan ormas Islam di Sidrap. Bupati Syaharuddin mengungkapkan, dirinya bahkan sudah mendapat teguran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Pagi ini saya menerima pesan WhatsApp dari Kemendagri dan beberapa kementerian lain, namun saya membalas bahwa 40 hari kerja baik dan positif yang saya jalankan bersama seluruh tim menjadi hilang gara-gara aktivitas satu malam,” keluh Syaharuddin.
Inisiatif RMS ini berupaya mengubah situasi negatif menjadi positif, memanfaatkan pengaruh DJ Nathalie untuk menonjolkan keindahan dan kuliner Sidrap, sekaligus menanggapi berbagai masalah masyarakat. Masih harus dilihat kapan Nathalie akan kembali dan bagaimana masyarakat akan menerimanya.

