LINTAS-KHATULUSTIWA.COM PANGKEP– 27 Desemner 2024. Kondisi abrasi yang semakin parah di Pulau Pamalikang, Desa Sabaru, Kecamatan Liukang Kalmas, menjadi perhatian serius masyarakat setempat. Selama tiga tahun terakhir, mereka menantikan realisasi janji yang dibuat oleh anggota DPRD Kabupaten Pangkep untuk mengatasi masalah ini. Tanpa adanya langkah konkret dari pemerintah, masa depan Pulau Pamalikang dan sekitarnya terancam.
Setiap tahun, bibir pantai Pulau Pamalikang mengalami pengikisan yang signifikan akibat abrasi. Rahmatullah, seorang tokoh pemuda dan anggota Karantaruna Kecamatan Liukang Kalmas, menyatakan bahwa “abrasi membuat Pulau Pamalikang dan pulau-pulau lain di wilayah Kalmas Barat mengalami pengurangan luas daratan.” Dampak abrasi ini tidak hanya mengancam lingkungan, namun juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat yang bergantung pada laut untuk penghidupan.

Kondisi terumbu karang yang rusak dan gelombang besar akibat abrasi sangat mempengaruhi hasil tangkapan ikan para nelayan tradisional. “Hancurnya terumbu karang akibat termakan abrasi dan maraknya pengguna ikan ilegal semakin meningkatkan kesulitan ekonomi para nelayan,” jelas Rahmatullah. Dalam situasi ini, kehidupan sehari-hari masyarakat Pulau Pamalikang semakin terancam, dan mereka merasa semakin tidak berdaya.
Masyarakat telah menyampaikan harapan mereka kepada anggota DPRD, khususnya kepada Rahmat dari Partai Gerindra, yang pada kunjungan tiga tahun lalu berjanji untuk memperjuangkan aspirasi mereka dengan membangun tanggul untuk melindungi daratan dari ombak. Namun, hingga saat ini, janji tersebut hanya tinggal harapan. “Kami menagih janji itu dengan nada kecewa,” tegas Rahmatullah.
Dalam upaya menyelesaikan permasalahan abrasi ini, Rahmatullah meminta perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep, terutama kepada anggota dewan yang memiliki tanggung jawab di wilayah Zona Liukang Kalmas dan Tangaya. Dia juga mengusulkan pembentukan tim dari berbagai lembaga dan instansi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi penyebab abrasi yang menggerus wilayah terluar Kabupaten Pangkep.
“Ya, kami setuju jika tim dibentuk agar jelas penyebab abrasi ini. Kami berharap agar anggota Dewan yang pernah membuat janji untuk masyarakat Pulau Pamalikang dapat segera merealisasikannya,” tutup Rahmatullah dengan penuh harapan.
Kondisi abrasi yang kian parah di Pulau Pamalikang menjadi sorotan serius, dan langkah konkret dari pemerintah sangat diperlukan untuk menyelamatkan pulau serta kehidupan masyarakat yang bergantung padanya. Harapan masyarakat kini berada di tangan pemerintah untuk memenuhi janji yang telah diberikan dan menjaga kemiskinan lingkungan serta ekonomi daerah tersebut.
H. Lutfi Hanafi, anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari fraksi Gerindra, saat dibubungi Media Lintas-khatulistiwa.com. Via WhatShap, mengkonfirmasi aspirasi warga Pulau Pamalikang, menyatakan bahwa hampir semua pulau mengalami abrasi dan penanganannya memerlukan biaya yang sangat besar jika ingin dibetonisasi. “Oleh karena itu, kami minta agar masyarakat bisa memahami kondisi keuangan daerah yang masih terbatas,” ujarnya.
Rahmat, juga anggota DPRD dari zona 4 Pulau Pamalikang, menjelaskan bahwa terkait janji anggota DPRD dari Partai Gerindra, dia baru setahun menjadi anggota DPRD. “Jadi salah kalau dikatakan dia janji tiga tahun yang lalu. Kami juga memiliki kewenangan terbatas dalam alokasi anggaran,” tegasnya.
Masyarakat Pulau Pamalikang menanti realisasi janji yang diharapkan dapat menyelamatkan pulau mereka dari ancaman abrasi, sembari berharap agar pemerintah dapat lebih proaktif dalam menangani isu lingkungan yang kritis ini

