LINTAS-KHATULISTIWA.COM. Jakarta – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) sedang melakukan persiapan ekstensif untuk mengakomodasi sebagian besar penerbangan yang saat ini beroperasi dari Bandara Halim Perdanakusuma (HLP). Pemindahan penerbangan besar ini dijadwalkan akan dimulai pada 1 Agustus 2025, menandai perubahan signifikan dalam lanskap penerbangan Jakarta.
Dwi Ananda Wicaksana, General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura Indonesia, menyatakan keyakinannya yang tinggi terhadap kesiapan mereka. “Dari segi persiapan, kami bisa menyatakan bahwa kami sangat siap,” tegas Dwi.
Transisi Lancar Direncanakan untuk Penerbangan Halim
Dwi menjelaskan bahwa Bandara Soekarno-Hatta sudah siap menerima penerbangan dari Halim. Ini bukan pertama kalinya CGK turun tangan; sebelumnya, CGK juga pernah menerima penerbangan dari Halim ketika bandara tersebut ditutup sementara.
Menurut Dwi, sekitar 50 persen operasional penerbangan Halim Perdanakusuma saat ini akan dialihkan ke Soekarno-Hatta. Proses seleksi yang cermat telah dilakukan untuk maskapai dan rute yang dijadwalkan untuk dialihkan. Dwi menekankan bahwa pemeriksaan menyeluruh memastikan tidak akan ada rute ganda setelah penerbangan dipindahkan, yang berarti “pasti akan ada penyesuaian.” Hal ini menunjukkan transisi yang dikelola dengan cermat dan dirancang untuk meminimalkan gangguan.
Sejarah Terkini Halim Perdanakusuma: Sebuah Perjalanan Revitalisasi
Pemindahan yang akan datang ini mengingatkan kita pada sejarah terkini Bandara Halim Perdanakusuma, terutama penutupan sementara untuk revitalisasi. Pada 26 Januari 2022, Kementerian Perhubungan mengumumkan revitalisasi menyeluruh Bandara Halim Perdanakusuma.
“Dengan dimulainya revitalisasi, Bandara Halim akan ditutup sementara mulai 26 Januari 2022. Masa penutupan diperkirakan maksimal 3,5 bulan,” ujar Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, saat itu.
Revitalisasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari Peraturan Presiden No. 9 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Fasilitas Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara/Bandara Halim Perdanakusuma. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan fasilitas sisi udara dan sisi darat, sehingga meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.
Pekerjaan besar tersebut meliputi rehabilitasi landasan pacu dan jalur taksi, peningkatan kapasitas apron untuk pesawat kenegaraan dan VIP, renovasi gedung kenegaraan dan VIP, peningkatan gedung operasional, perbaikan sistem drainase bandara, dan pengaturan menyeluruh fasilitas lainnya.
Selama periode ini, seluruh operasional bandara dihentikan sementara, dan penerbangan dari dan ke Halim dihentikan sementara. Penerbangan komersial dialihkan ke bandara lain, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Kertajati, Bandara Budiarto, dan Bandara Pondok Cabe. Kementerian Perhubungan, berkoordinasi dengan TNI AU dan para pemangku kepentingan lainnya, bekerja sama erat dengan operator bandara dan maskapai penerbangan untuk mengelola dampak terhadap penumpang, termasuk pembatalan penerbangan, pengembalian uang tiket, dan opsi pengalihan rute.
Bandara Halim Perdanakusuma kembali beroperasi dengan sukses pada Kamis, 1 September 2022. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono, saat itu memastikan seluruh fasilitas bandara, baik sisi darat maupun sisi udara, telah siap sepenuhnya untuk melayani penerbangan komersial kembali.
Pemindahan penerbangan yang akan dilakukan pada bulan Agustus 2025 menandakan babak baru bagi perjalanan udara Jakarta, dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta siap memainkan peran yang lebih penting dalam jaringan penerbangan nasional.

