Lintas-khatulistiwa.com. Pangkep – Kabupaten Pangkep menjadi saksi momen yang tak terlupakan dalam sejarah politiknya. Dalam suasana Kampanye Akbar Calon Bupati dan Wakil Bupati, MYL-ARA, Brigjen TNI (Purn). H. A. Baso Amirullah, yang merupakan Bupati ke-6 Kabupaten Pangkep, menghadapi momen yang penuh tantangan namun juga mengingatkan kita akan pentingnya dan dedikasi seorang pemimpin.
Siang itu Kamis Jam 13.15 Rabu,21/11/2014, setelah acara kampanye yang penuh antusiasme dan semangat dari warga Pangkep, Brigjen TNI (Purn). HABaso Amirullah dan istri tercintanya, Ibu Hj. Tenriyola, terpaksa pulang dengan menaiki bentor, salah satu moda transportasi khas di Pangkep. Kejadian ini muncul akibat situasi parkir yang tidak ideal, di mana mobilnya tidak dapat keluar dari deretan kendaraan lain di area parkir yang padat.

Keputusan untuk menggunakan bentor dalam perjalanan pulang ini bukan hanya sebuah pilihan praktis, tetapi juga mencerminkan sifat rendah hati dan kedekatan Brigjen HABaso Amirullah terhadap masyarakatnya. Dalam setiap langkah, dia menunjukkan bahwa sebuah kendaraan mewah atau status sosial tidaklah penting. Yang terpenting adalah keberadaan dan kedekatan dengan masyarakat di sekitarnya.
Kecintaan terhadap Masyarakat
Brigjen TNI (Purn). HABaso Amirullah dikenal sebagai pemimpin yang selalu mendengarkan aspirasi masyarakat. Keberaniannya untuk turun langsung dan berinteraksi dengan warga Pangkep telah menjadi salah satu fondasi yang kuat dalam memimpin daerah ini. Dalam setiap kampanye dan kegiatan, dia berusaha untuk menjalin komunikasi yang baik dengan rakyat, memahami kebutuhan mereka, dan berusaha keras untuk memenuhi harapan-harapan tersebut.
Momen perjalanannya dengan bentor ini menjadi simbol keterhubungan antara pemimpin dan rakyat, di mana keduanya bisa bertatap muka secara langsung dan berbagi cerita tentang harapan serta impian untuk Kabupaten Pangkep yang lebih baik. Ibu Hj. Tenriyola juga mendampingi suaminya dalam perjalanan ini, yang semakin menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya tanggung jawab individu, tetapi juga kerja sama pasangan dalam mendukung visi dan misi yang ingin tercapai.
Pesan Moral di Balik Kesederhanaan
Peristiwa ini menegaskan bahwa dalam dunia politik, sering kali kita terjebak dalam gemerlapnya kekuasaan dan status. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Brigjen HABaso Amirullah, kemudahan dan rasa empati adalah hal yang tak tergantikan. Menyadari bahwa selalu ada cara untuk tetap dekat dengan rakyat, bahkan dalam situasi yang tidak terduga, adalah pelajaran berharga bagi kita semua.
Di saat masyarakat menyaksikan momen ini, mereka tidak hanya melihat seorang Bupati yang pulang dengan bentor; mereka melihat seorang pemimpin yang tetap mengutamakan kesederhanaan dan keterhubungan dengan rakyat. Dalam konteks ini, Brigjen TNI (Purn). H.A.Baso Amirullah tetap mengingatkan kita bahwa pemimpin yang baik bukanlah yang menjauh dari rakyatnya, melainkan yang selalu dekat dan dapat merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat.
Kampanye Akbar MYL-ARA tidak hanya menjadi ajang untuk mempresentasikan visi dan misi calon pemimpin, tetapi juga menjadi panggung bagi Brigjen TNI (Purn). H.A.Baso Amirullah untuk menunjukkan sifatnya yang sesungguhnya. Kesederhanaan dalam perjalanan pulangnya dengan bentor menjadi catatan penting tentang sebuah kepemimpinan yang mengedepankan kearifan lokal, dedikasi, dan cinta terhadap rakyat. Semoga sikap ini dapat terus menginspirasi pemimpin-pemimpin lain di Indonesia untuk selalu mencintai dan mendedikasikan diri kepada masyarakat.

