PANGKEP, LINTAS-KHATULISTIWA.COM – Musim kemarau memang jadwal alam semesta. Namun di balik itu, ada jeritan para petambak di Lingkungan Laikang,Kel.Talaka,Kec.Ma’rang Kabupaten Pangkep yang harus merogoh kocek dalam untuk menyelamatkan tambaknya sendiri.
Pantauan Lintas-Khatulistiwa.com, Kamis (8/10/2026), terlihat para petambak berdiri menatap saluran irigasi yang sudah tertutup semak belukar dan lumpur tebal sejauh 1 KM , sambil melihat eskavator menggali tambak mereka agar bisa menampung air hujan lebih banyak untuk musim panen mendatang.

Mereka rela mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menggali tambak secara mandiri. Pasalnya, saluran irigasi yang ada di sekitar tambak mereka sudah tidak berfungsi akibat tingginya sedimentasi lumpur yang puluhan tahun tidak pernah digali dengan eskavator.
Padahal, irigasi ini adalah fase kedua harapan para petambak. Jika irigasi ini digali oleh pemerintah, masyarakat yang memiliki tambak bisa memanfaatkan air laut pada saat pasang untuk mengisi tambak.
Namun ironisnya, hal seperti ini tidak pernah diperhatikan oleh pihak terkait, seakan terabaikan saat ada usulan Musrenbang. Padahal ini adalah sumber kehidupan yang dapat menopang ekonomi masyarakat sekitar, jika pemerintah turun langsung melakukan investigasi sebagai acuan anggaran.
Musim kemarau memang penyebab utama, tapi bukan berarti tidak ada solusi untuk membantu kesulitan para petambak yang hanya mengandalkan hasil tambak demi biaya hidup keluarga dan biaya pendidikan anaknya.
Para petambak berharap pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Daerah Kab. Pangkep dapat memberikan perhatian khusus bagi masyarakat petambak agar irigasi ini bisa bermanfaat bagi para Pejuang Keluarga.
Laporan: Warga Petambak Pangkep | Editor: – http://Lintas-Khatulistiwa.com

