MAROS,Lintas-Khatulistiwa.com -,Pemandangan unik dan megah terlihat di jalanan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/9/2026). Iring-iringan Pasukan Berkuda yang dikenal dengan nama *Maros Labbekkae* mengawal pengantin dengan penuh khidmat, menarik perhatian warga dan pengguna jalan.
Tradisi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian adat dan kearifan lokal yang masih hidup dan dijaga oleh masyarakat Maros. Prosesi ini biasanya dilakukan untuk mengawal pengantin pria menuju kediaman mempelai wanita atau sebaliknya, menciptakan suasana pernikahan layaknya bangsawan zaman dahulu.
Dari video yang diterima redaksi, terlihat mempelai pengantin wanita yang mengenakan baju bodo modern berwarna merah maron duduk anggun di atas bendi atau dokar hias berwarna hijau yang ditarik kuda. Di belakangnya, terlihat pasukan berkuda dengan seragam khas berwarna merah menyala mengiringi dengan gagah berani.
Suasana semakin semarak dengan derap kaki kuda yang kompak di atas aspal, diiringi warga yang menyaksikan dari tepi jalan. Tradisi Labbekkae ini bukan sekadar arak-arakan, namun memiliki makna filosofis yang mendalam.
Simbol Kehormatan dan Status Sosial
Menurut budayawan Maros, Labbekkae atau A’bekkae berasal dari tradisi Kerajaan Maros pada masa lalu, dimana kuda menjadi simbol kehormatan, keberanian, dan status sosial bangsawan. Mengantar pengantin dengan pasukan berkuda diartikan sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada kedua mempelai dan keluarga besarnya.
“Kami dari Pasukan Berkuda Maros Labbekkae ingin menunjukkan bahwa Maros punya tradisi yang tidak kalah megah dengan daerah lain. Ini adalah jati diri kita. Mengantar pengantin dengan kuda adalah doa agar rumah tangga yang dibangun sekuat dan se-gagah kuda, setia dan pekerja keras,” ujar salah satu punggawa pasukan berkuda tersebut.
Daya Tarik Wisata Budaya
Kini, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari ritual adat pernikahan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya. Banyak pasangan pengantin dari luar Maros bahkan luar Sulsel yang sengaja menyewa jasa Pasukan Berkuda Maros Labbekkae untuk memeriahkan hari bahagia mereka.
Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sangat mengapresiasi komunitas yang masih setia menjaga tradisi ini. Keberadaan mereka diharapkan mampu menjadi ikon pariwisata budaya Maros selain Kawasan Karst Rammang-Rammang dan Taman Prasejarah Leang-Leang.
Tradisi Labbekkae menjadi bukti bahwa di tengah gempuran modernisasi, masyarakat Maros tetap memegang teguh adat istiadat leluhur sebagai warisan yang tak ternilai harganya.

