PANGKEP, – Langit malam di atas Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/9/2026) malam ini akan dihiasi fenomena indah Harvest Moon. Fenomena purnama yang berdampingan dengan Planet Saturnus itu disebut sebagai pelajaran alam paling terbuka.
Hal itu disampaikan Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 3 Pangkajene, Hartati,S.Pd., dalam artikelnya yang berjudul “Harvest Moon Malam Ini: Jawaban Alam di Atas Langit”.
Menurut Hartati, keindahan Harvest Moon kali ini bisa dinikmati dengan jelas selama lima malam berturut-turut, mulai 24 hingga 28 September 2026. Sementara Planet Saturnus akan tetap bersinar terang dan mudah dilihat hingga berbulan-bulan ke depan, bahkan sampai akhir tahun.
“Fenomena ini datang setahun sekali, kadang jatuh di bulan September, kadang di awal Oktober. Datang tepat pada waktunya, tidak terlambat, tidak mendahului, tidak terburu-buru, mengajarkan kita tentang ketepatan, keteraturan, dan kebijaksanaan alam yang diatur Tuhan Yang Maha Esa,” tulis Hartati.
Dalam tinjauan IPA, Hartati menjelaskan bahwa baik Bulan maupun Saturnus tidak memancarkan cahaya sendiri. Keduanya tampak bersinar karena memantulkan cahaya Matahari.
“Betapa bermaknanya pelajaran ini bagi kehidupan kita. Siapa pun yang tampak bersinar, yang dihormati, yang dijadikan teladan sesungguhnya mereka hanya membagikan apa yang telah diterima,” jelasnya.
Terkait dampak cuaca, ia menegaskan fase Bulan tidak mengubah hujan, angin, maupun suhu udara. Yang dipengaruhi hanyalah pasang surut air laut akibat tarikan gravitasi Bulan yang membuat pasang lebih tinggi dari biasanya.
Pesan paling menyentuh dari fenomena ini, kata Hartati, adalah kebersamaan. Bulan dan Saturnus tampak berdampingan seakan tak terpisahkan, padahal jaraknya jutaan kilometer.
“Satu satelit, satu planet; satu dekat, satu jauh; ukuran berbeda, peran berbeda namun tampak serasi, saling melengkapi. Bukankah ini pesan indah untuk kita manusia? Berbeda suku, berbeda pekerjaan, kita tetap bisa bersinar bersama,” pungkasnya.
Ia berharap cahaya Harvest Moon malam ini tidak hanya menerangi jalan, tetapi juga menerangi hati masyarakat Pangkep untuk lebih bersyukur, lebih berbagi, dan lebih peduli.

