Lintas-Khatulistiwa.com | JAYAWIJAYA, PAPUA PEGUNUNGAN – Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan memicu operasi besar-besaran TNI. Pasca tewasnya 3 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seorang sopir, TNI bergerak cepat menyisir hutan dan berhasil menangkap sejumlah anggota kelompok bersenjata.
Insiden berdarah pertama terjadi pada *Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 15.45 WIT* di Distrik Muliama. Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya ditembak mati saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Ketiga korban teridentifikasi sebagai *WB (24), AR (49) dan AAM (35)*. AR diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya. Mereka berasal dari luar Papua dan selama ini dikenal sebagai petugas yang membantu petani di pedalaman.
Tidak berselang lama, KKB kembali beraksi. Seorang sopir logistik bernama *Aris Sanda (41), warga Toraja, Sulawesi Selatan*, ditemukan tewas dengan kondisi kendaraan hangus terbakar di kawasan *Danau Habema, Distrik Trikora*.
Berdasarkan keterangan Koops TNI Habema, korban saat itu sedang membawa logistik di rute Wamena – Mbua. Rombongan dihentikan paksa kelompok bersenjata, penumpang diperintahkan kembali ke Wamena, sementara korban dibawa paksa ke hutan dan dieksekusi.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan, pihaknya terus memburu pelaku.
> “Kami akan terus berkoordinasi untuk mengungkap kejadian ini, mengejar para pelaku, dan menjaga masyarakat tetap terlindungi. Keamanan adalah ruang agar petugas dapat melayani, guru dapat mengajar, dan anak-anak Papua tetap dapat mengejar masa depannya,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga meluruskan isu yang menyebut korban adalah intel. KSAD menegaskan ketiganya adalah murni ASN pertanian.
“Itu memang pekerja, orang dari NTT, masih muda ingin membantu di daerah Papua. Semua dianggap intel, itu berulang-ulang narasinya seperti itu,” tegas KSAD.
Menindaklanjuti dua insiden tersebut, Satgas TNI di bawah Kogabwilhan III meningkatkan patroli dan pengejaran di kawasan hutan Puncak dan Jayawijaya. Dalam operasi penyisiran, TNI berhasil mengamankan sejumlah terduga anggota kelompok bersenjata beserta barang bukti senjata api rakitan dan amunisi.
Seperti terlihat dalam foto yang beredar, beberapa anggota kelompok bersenjata berhasil dilumpuhkan dan ditangkap hidup-hidup oleh prajurit TNI di tengah hutan lebat Papua.
Hingga kini, Koops Habema dan Satgas Operasi Damai Cartenz masih terus melakukan pendalaman, termasuk mengungkap jaringan pemasok senjata kepada KKB.
Negara tidak boleh kalah terhadap aksi teror bersenjata yang mengancam keselamatan warga sipil dan aparatur negara yang sedang bertugas membangun Papua.

