Lintas-Khatulistiwa.com| Makassar, Sulawesi Selatan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan berhasil meringkus empat anggota geng motor yang diduga bertanggung jawab atas serangkaian aksi kekerasan sadis di Makassar.
Para pelaku, yang identitasnya belum dirilis secara resmi, diciduk setelah terlibat dalam penyerangan brutal yang menyasar Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Hasanuddin (Unhas) dan aksi penebasan kepala seorang pengendara motor.
Peristiwa mengerikan ini bermula pada Jumat (1/5) malam lalu, ketika para pelaku melancarkan serangan di Perumahan Dosen Unhas yang berlokasi di Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala. Aksi penyerangan yang dilaporkan terekam kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, sontak memicu respons cepat dari aparat kepolisian.
“Saat mendapat informasi adanya penyerangan di Perumahan Dosen Unhas, Jalan Sunu, petugas langsung menuju lokasi,” ujar Panit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel Ipda Irzal Makkarawa kepada wartawan pada Selasa (7/5/2024).
Tim Resmob Polda Sulsel segera melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para pelaku secara bertahap. Dua terduga pelaku berhasil diamankan lebih dulu, sementara dua lainnya menyusul diringkus di lokasi berbeda saat polisi melakukan pengembangan lebih lanjut.
“Keempat pemuda itu kemudian kami bawa ke Posko Resmob untuk dimintai keterangan,” terang Ipda Irzal.
Hasil pemeriksaan mendalam mengungkap sisi gelap para pelaku. Ternyata, keempat anggota geng motor ini tidak hanya terlibat dalam penyerangan di Perumahan Dosen Unhas. Mereka juga diduga kuat menjadi dalang di balik sejumlah aksi kekerasan lainnya yang meresahkan warga Makassar.
Salah satu aksi paling mengerikan yang dikaitkan dengan para pelaku adalah penyerangan terhadap seorang pengendara motor di Kecamatan Bontoala. “Untuk kasus di wilayah Bontoala, pelaku diduga menyerang seorang pengendara motor di depan minimarket dengan menggunakan parang. Pelaku melakukan kekerasan dengan cara menebas kepala korban menggunakan parang,” jelas Ipda Irzal dengan nada prihatin.
Tak berhenti di situ, jejak kejahatan para pelaku juga teridentifikasi pada aksi penyerangan di Jalan Kandea 3, Kecamatan Tallo, yang juga terjadi pada Jumat (1/5) lalu. Dalam aksinya di wilayah Tallo, para pelaku diduga tidak hanya melakukan pengancaman terhadap sejumlah pengendara motor, tetapi juga merusak kendaraan korban.
“Sementara pada kasus di wilayah Tallo, para pelaku diduga melakukan pengancaman terhadap sejumlah pengendara motor serta merusak kendaraan korban,” tambah Ipda Irzal.
Hingga berita ini diturunkan, motif sebenarnya di balik rangkaian aksi kekerasan yang dilakukan oleh keempat anggota geng motor ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Saat ini, keempat pelaku telah diserahkan ke Mapolsek Bontoala dan Mapolsek Tallo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut demi mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.”Pungkasnya

