Lintas-Khatulistiwa.com | Padang Lampe,4/5/2026, – Kondisi jalan yang memprihatinkan antara Desa Padang Lampe dan Desa Alesioitto Kec.Ma’rqng,Kab.Pangkep, yang merupakan akses vital menuju Desa Baring, kini menjadi sorotan utama warga. Kerusakan parah pada jalur ini tidak hanya menyulitkan aktivitas sehari hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para pengguna jalan, terutama para petani sayuran yang menggantungkan hidup pada hasil kebun mereka.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi mengungkapkan keprihatinannya. “Jalur ini sangat penting bagi kami. Ini adalah satu satunya akses dari Desa Baring, Kampung Cikere, untuk menuju Pasar Padang Lampe atau yang biasa kami sebut Pasar Kampung Baru,” ujarnya dengan nada prihatin.
Jalur ini memang memiliki peran krusial (Sangat Penting/Utama) sebagai urat nadi perekonomian bagi masyarakat Desa Baring dan sekitarnya. Para petani sayuran sangat bergantung pada jalan ini untuk membawa hasil panen mereka ke pasar. Setiap hari, tak terhitung roda kendaraan yang melintas, membawa berbagai komoditas pertanian yang menjadi sumber penghidupan banyak keluarga.
“Bayangkan saja, bagaimana kami harus mengangkut sayuran yang rapuh ini melewati jalan yang hancur lebur seperti ini? Belum lagi risiko kerusakan pada kendaraan kami,” keluh seorang petani yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan bahwa terkadang, hasil panen harus tertunda atau bahkan mengalami kerusakan akibat guncangan di jalan yang berlubang dan tidak rata.
Warga sekitar Cikere, Desa Baring, secara kolektif berharap agar pemerintah desa, baik dari Desa Alesioitto maupun Desa Padang Lampe, segera turun tangan mengatasi masalah mendesak ini.
Ketika ditanya mengenai kewenangan wilayah, salah seorang warga yang juga turut memberikan keterangan menjawab, “Sepertinya ini sudah masuk wilayah Desa Padang Lampe, kalau tidak salah. Tapi jalur ini kan menghubungkan tiga desa, yaitu Desa Baring, Desa Ale Sipitto, dan Desa Padang Lampe. Jadi, kami tidak tahu persis ini masuk dalam kewenangan desa yang mana.”
Terlepas dari polemik kewenangan, satu hal yang pasti adalah kebutuhan mendesak akan perbaikan. “Yang jelas kami sangat berharap jalan ini diperhatikan. Kasihan masyarakat, anak sekolah, dan para pembawa hasil kebun mereka yang harus melalui jalan desa yang memprihatinkan ini,” tegasnya.
Kondisi jalan yang buruk ini tidak hanya menyulitkan aktivitas pertanian, tetapi juga membahayakan keselamatan. Terlebih lagi pada malam hari, ketika minimnya penerangan membuat lubang dan kerusakan jalan semakin sulit dikenali. Jalur ini juga diketahui sebagai jalur alternatif bagi warga pegunungan dari Kota Pangeran yang hendak menuju tempat tinggal mereka di daerah pegunungan. Mereka harus ekstra hati hati saat melintas, terutama di kala gelap, karena medan yang sulit dan tidak terawat.
Harapan besar kini disematkan pada pemerintah untuk segera merespons keluhan warga ini. Perbaikan jalan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi penting untuk kesejahteraan dan keselamatan masyarakat yang bergantung pada kelancaran akses ini. Semoga kepedulian dan tindakan nyata segera terwujud demi terwujudnya akses yang layak bagi warga Desa Baring dan desa desa sekitarnya

