SEGERI, Lintas Khatulistiwa.com – Senyum merekah, harapan membuncah. Begitulah suasana yang terpancar dari para petani di Kampung Cikere, Desa Baring, Kecamatan Segeri, Pangkep, pasca turunnya hujan deras yang mengguyur wilayah mereka. Setelah dilanda kekeringan di awal musim kemarau, kedatangan hujan ini disambut dengan sukacita mendalam, menjadi penyejuk kegelisahan yang sebelumnya menghantui.
Sebelumnya, lahan persawahan di Kampung Cikere terlihat kering kerontang, sebuah pemandangan yang memilukan bagi para petani yang menggantungkan hidup dari hasil bumi.

Kondisi ini memaksa para petani untuk mencari berbagai cara demi kelangsungan tanaman mereka. Salah satunya adalah Jumardi, anggota Kelompok Tani “MAMMINASAE”. Demi menopang kebutuhan air persawahan yang kering, ia terpaksa mengandalkan air Sungai Cikere dengan sistem penyedotan, sebuah upaya ekstra yang melelahkan.
Namun, langit tak lagi mendung kelabu. Awan hitam yang menggantung di angkasa akhirnya pecah, menumpahkan berkah hujan deras yang membasahi setiap jengkal lahan persawahan para petani. Berdasarkan penelusuran Lintas Khatulistiwa.com di lokasi, diketahui bahwa sebelum kehadiran hujan, para petani yang lahannya kering terpaksa menanam jagung dan ketimun sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sembari menanti datangnya air.
Jumardi mengungkapkan harapannya yang tulus, “Semoga hujan hari ini bisa mengatasi kekeringan ini. Kami berdoa agar hujan terus menerus turun agar kami bisa menggarap semua lahan persawahan yang kering.” Ia menambahkan, meskipun daratan di wilayah ini cukup tinggi, keberlanjutan hujan akan menjadi kunci kebangkitan bagi para petani.
“Kalau hujan berlanjut, petani bisa tersenyum dengan penuh harapan demi membantu ekonomi keluarga yang selama ini hanya menjadi rutinitas dan pekerjaan pokok yang menghasilkan. Inilah yang kami harapkan bersama keluarga,” pungkas Jumardi dengan mata berbinar penuh optimisme.
Turunnya hujan di Kampung Cikere ini bukan sekadar peristiwa alam, namun telah menjelma menjadi lentera harapan baru bagi para petani, memberikan energi dan semangat untuk kembali menggarap sawah mereka dengan penuh keyakinan akan masa depan yang lebih baik. Kekeringan yang sempat mengancam kini perlahan sirna, digantikan oleh senyum penuh harapan dan semangat gotong royong untuk kembali menorehkan keberkahan di tanah Segeri.

