Lintas-Khatulistiwa.com | Pangkep, 16 Maret 2026 – Dua putri terbaik dari Kabupaten Pangkep, NurAsifah dari SMAN 2 Pangkep dan Nurfa Achirah Aprilia dari MAN Pangkep, telah berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan terpilihnya mereka sebagai perwakilan dalam ajang bergengsi Putri Sulawesi Selatan 2026.
Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Pangkep, tetapi juga menjadi bukti nyata semangat juang dan kemandirian generasi muda yang siap bersaing di tingkat provinsi.
NurAsifah, siswi kelas XII dari SMAN 2 Pangkep yang beralamat di Jl. Dg. Kalebbu, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, telah membuktikan kapasitasnya sejak awal. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, ia berhasil meraih predikat Winner Putri Kabupaten Pangkep 2025, yang kemudian mengantarkannya sebagai 1st Runner Up Putri Sulawesi Selatan 2026.
Tak kalah membanggakan, Nurfa Achirah Aprilia, siswi kelas XI dari MAN Pangkep, juga menunjukkan performa luar biasa. Ia dinobatkan sebagai Best Introduction Putri Kabupaten Pangkep 2025 dan meraih gelar Best Performance Putri Sulawesi Selatan 2026.
Prestasi kedua pelajar ini sungguh patut diapresiasi, mengingat seluruh proses seleksi dari tingkat kabupaten hingga provinsi mereka jalani dengan dukungan biaya pribadi, tanpa adanya bantuan dari pemerintah daerah.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Yayasan Sahabat Pemuda Prestasi Indonesia (Yasppi), yang melalui Regional Director nya, Muh. Fauzan Adinata, dan Founder nya, Irfan Saputra, mendukung penuh para pemuda berprestasi.
Kehadiran mereka di Pasar Murah House of Tala, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, pada Senin, 16 Maret 2026, bukan sekadar kunjungan biasa. Mereka turut memberikan suntikan motivasi kepada para pedagang, menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
Dalam wawancara eksklusif dengan Lintas Khatulistiwa.com di lokasi pasar murah tersebut, NurAsifah dan Nurfa Achirah mengungkapkan prinsip kuat yang mereka pegang teguh.”Kami ingin generasi selanjutnya mampu berdiri di atas kaki sendiri,” ujar keduanya serempak,
Mereka mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan gigih, mewakili sekolah dan nama Kabupaten Pangkep dengan penuh kebanggaan. Perjuangan tanpa dukungan finansial dari pemerintah justru semakin menggembleng mental mereka untuk terus berprestasi. Gelar yang mereka raih di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan determinasi yang luar biasa.
Keberhasilan NurAsifah dan Nurfa Achirah menjadi penanda penting bahwa potensi besar ada di Kabupaten Pangkep, dan bahwa semangat juang serta kemandirian adalah kunci utama untuk meraih mimpi, bahkan tanpa dukungan eksternal yang besar.
Kisah mereka adalah inspirasi bagi para pemuda di Pangkep dan Sulawesi Selatan pada umumnya untuk terus berani bermimpi, berjuang, dan mengharumkan nama daerah.

