Lintas-Khatulistiwa.com | – Inovasi Pangkep .Akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di gugusan pulau terpencil, menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan). Guna mewujudkan hal tersebut, Bupati Pangkep, Dr.H.Muhammad Yusran Lalogau,S.Pi.,M.Si, secara resmi menyerahkan dua unit kapal laut yang didesain khusus sebagai ambulans laut. Penyerahan simbolis dilakukan di Pelabuhan Maccinibaji, Kecamatan Labakkang, pada Selasa, 9 Februari 2026.
Dua unit kapal yang diserahkan ini diperuntukkan untuk mendukung operasional Puskesmas Liukang Kalmas dan Puskesmas Liukang Tangaya, yang terletak di wilayah kepulauan. Kehadiran kapal ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan akses layanan kesehatan, terutama bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis cepat maupun untuk kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan rutin Puskesmas keliling.
Dalam sambutannya, Bupati Yusran Lalogau memaparkan alasan strategis di balik pemilihan material kapal yang menggunakan bahan kayu. “Alhamdulillah, hari ini kita serahkan kapal kayu untuk Puskesmas Kalmas dan Tangaya. Kenapa kayu? Karena arus di sana cukup keras. Kalau pakai fiber, kita khawatir tidak terlalu tahan,” ujarnya
Bupati Pangkep Dua Priode menjelaskan. Pemilihan material kayu ini merupakan pertimbangan teknis matang untuk memastikan ketahanan dan keandalan kapal dalam menghadapi kondisi laut yang menantang di wilayah tersebut.
Bupati Yusran optimis bahwa pengadaan ambulans laut ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat kepulauan.
“Dengan adanya kapal ini, pelayanan kesehatan kita harapkan bisa lebih cepat, lebih mudah, dan lebih maksimal dirasakan masyarakat Kalmas dan Tangaya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kapal ini akan menjadi armada vital dalam mempercepat respons terhadap kondisi darurat medis dan memfasilitasi jangkauan layanan kesehatan hingga ke pulau pulau terpencil.
Senada dengan Bupati, Sekretaris Dinas Kesehatan Pangkep, Mansyur, menyoroti fleksibilitas fungsi kapal ambulans laut ini. “Lebih fleksibel peruntukannya. Bisa untuk orang sakit, bisa untuk pelayanan operasional staf Puskesmas ke pulau pulau,” jelasnya. Fleksibilitas ini memastikan bahwa kapal tidak hanya berfungsi sebagai penolong saat ada pasien yang membutuhkan rujukan, tetapi juga sebagai sarana transportasi staf medis dan logistik kesehatan yang esensial untuk kelancaran operasional Puskesmas di pulau pulau.

