Pangkep, Lintas-Khatulistiwa.com — Matahari pagi masih malu-malu menyapa langit Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, namun semangat warga sudah meledak di Alun-alun Citra Mas.
Minggu (21/12/2025), ribuan masyarakat dari berbagai lapisan usia membanjiri kawasan itu, tak hanya untuk menikmati udara segar, tapi juga turut serta dalam sejarah kecil yang bermakna besar: Gerak Jalan Sehat Anti Mager dengan semangat “Pangkep Hebat Berkelanjutan”.
Bupati Pangkep, Dr. H. Muh. Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si., berdiri di panggung utama dengan senyum khasnya yang hangat. Di sampingnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengenakan kaos Putih bertuliskan “Anti Mager”, ikut larut dalam hiruk-pikuk kegembiraan rakyatnya. Mereka bukan sekadar pejabat yang datang memberi sambutan—mereka adalah bagian dari gerakan itu sendiri. Bersama Wakil Bupati Drs. H. Abd. Rahman Assagaf, Dandim 1421/Pangkep Letkol CZI Bhakti Yuhandika, Kapolres Muh. Husni Ramli, Ketua DPRD H. Haris Gani, dan jajaran Forkopimda, mereka secara resmi melepas tim jalan sehat dengan sorak sorai rakyat yang membahana.
“Hari ini bukan hanya tentang berjalan,” tegas Bupati Yusran dalam sambutannya, “tapi tentang bangkit dari keterlenaan. Mager bukan hanya singkatan dari ‘malas gerak’, tapi simbol dari kemalasan dalam berkontribusi, dalam bermimpi, dalam membangun daerah. Maka dari itu, jalan sehat ini adalah deklarasi awal: Pangkep tidak akan tinggal diam!”
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menambahkan, “Kesehatan bukan sekadar tanggung jawab puskesmas, tapi milik setiap warga. Ketika rakyat sehat, daerah tumbuh kuat. Ini adalah model pembangunan yang inklusif—dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Saya bangga melihat semangat ini tumbuh di Pangkep
Rute jalan sehat sepanjang 5 kilometer membelah jantung kota Pangkep, menyusuri jalan raya yang biasa padat dengan kendaraan, kini dipenuhi tawa anak-anak, teriakan ibu-ibu, dan langkah mantap para lansia yang ikut serta. Bendera merah-putih berkibar di setiap sudut, sementara booth UMKM lokal memenuhi sisi jalan, menawarkan aneka jajanan khas: sop saudara, bajaja, hingga pisang epe yang harum.
Di tengah rute, ada zona “Mager Check Out”—area interaktif di mana warga bisa menulis janji hidup sehat di kertas berbentuk kaus, lalu “mengunggahnya” ke pohon mimpi raksasa. Ada yang menulis, “Saya janji olahraga 30 menit sehari,” ada pula yang bercanda, “Tidak nonton drama Korea sambil rebahan mulai besok!”
Usai jalan sehat, alun-alun berubah menjadi panggung hiburan rakyat. Tarian tradisional Pajoge menggema, diiringi musik kompang dan gendang. Anak-anak berlomba dalam permainan tradisional, sementara orang tua antusias mengikuti senam massal diiringi lagu joget kekinian.
Namun yang paling ditunggu? Doorprize! Dengan hadiah utama satu paket Umroh dari Pemkab Pangkep, tegangan meningkat saat nomor peserta mulai dibacakan. “Saya menang Umroh!” teriak seorang ibu paruh baya sambil menangis haru. Ia adalah guru honorer dari Kecamatan Liukang Tangaya. “Ini anugerah. Saya ingin berdoa di Tanah Suci buat kesejahteraan Pangkep,” katanya terisak.

Gerak Jalan Sehat Anti Mager bukan sekadar event tahunan. Ini adalah gerakan mental, langkah nyata pemerintah untuk membangun kesadaran kolektif. Dalam pidato penutupannya, Bupati Yusran menegaskan, “Pembangunan fisik penting, tapi tak berarti tanpa pembangunan karakter. Sehat lahir batin, aktif, peduli, dan partisipatif—itulah manusia Pangkep masa depan.”
Gubernur Sulsel pun menyatakan dukungan penuh bagi keberlanjutan program ini. “Kami siap menjadikan gerakan ini sebagai bagian dari Sulsel Sehat 2030. Jika Pangkep bisa, kenapa kabupaten lain tidak?”Pungkasnya

