LINTAS-KHATULISTIWA.COM. Pangkep – Tepat pukul 05.30 Minggu, 7 Desember 2025, fajar memang belum sepenuhnya merangkak naik, namun pemandangan di Pelelangan Ikan Maccini Baji sudah diselimuti oleh realitas yang saban waktu menghantui. Air pasang, yang kali ini berkolaborasi dengan sisa-sisa air hujan, telah kembali menguasai area yang seharusnya menjadi denyut nadi perekonomian nelayan.Genangan yang meluas bukan lagi pemandangan asing, melainkan luka tahunan yang menganga, diperparah oleh kondisi geografis yang rentan.
Tanggul yang terlampau rendah di sisi gudang, serta posisi dermaga kapal yang terkesan telanjang di bibir pantai menghadap selatan, secara konsisten membuka celah bagi laut untuk merangsek masuk, merendam rumah-rumah warga dan mengganggu aktivitas di area pelelangan. Informasi yang dihimpun memperkuat gambaran suram ini: Maccini Baji bersemayam di dataran rendah, dengan elevasi yang hanya berkisar antara 0 hingga 70 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini menjadikannya lahan subur bagi langganan tahunan yang tak diinginkan – banjir rob.
Di tengah genangan yang dingin dan berbau garam, suara keluhan seorang warga terdengar lirih namun penuh harap, “Semoga ada solusinya, Kodong. Kah lama-lama kalau datang angin kencang, masuki ini air.” Ungkapnya.
Keputusasaan ini bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan cerminan dari ketidakberdayaan yang terus-menerus dihadapi. Ancaman angin kencang yang selalu menyertai pasang laut, menambah daftar kekhawatiran yang tak berkesudahan.
Menurut sumber yang berada di dekat mendesak pemerintah Situasi seperti ini serius mengambil langkah kongkret. Pemerintah setempat dan seluruh instansi terkait tidak bisa lagi berdiam diri. Langkah-langkah konkret dan strategis harus segera digulirkan. Peningkatan ketinggian tanggul agar mampu menahan terjangan ombak dan pasang laut yang lebih tinggi, serta perbaikan mendasar pada sistem drainase di seluruh area pelelangan ikan, adalah solusi yang seharusnya tidak lagi ditunda. Investasi pada infrastruktur yang lebih kokoh bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi demi keberlangsungan hidup dan mata pencaharian masyarakat Maccini Baji yang selama ini berjuang melawan pasang surut yang tak mengenal waktu.”Pungkasnya.

