Jakarta, 7 September 2025 — Suara mengeluarkan sirene dan teriakan warga memecah kesunyian malam di Jalan RS. Fatmawati Raya. Asap hitam pekat membubung tinggi, menutupi langit Jakarta Selatan, sementara lidah api memicu ruko dan deretan kuliner legendaris—termasuk salah Martabak Bandung yang ramai dikunjungi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.24 dini hari ini dengan cepat menyebar, memicu kepanikan warga yang berhamburan ke jalan.
Lintas-khatulistiwa.com melaporkan dari lokasi, area sekitar Halte MRT Cipete Raya memenuhi kepadatan warga yang menyaksikan si “Jago Merah” merajalela. Pihak yang berwenang terpaksa menutup akses dari Blok M Cipete, sehingga menimbulkan kemacetan menuju panjang di tengah malam yang biasanya berlangsung lama. Beberapa pengendara yang terjebak turun dari kendaraan, mengarahkan pandangan penuh kengerian ke arah kobaran api yang melumat segala sesuatu di sekitarnya.
“Api menjalar begitu cepat. Kami tidak sempat menyelamatkan apa pun,” ujar salah seorang pemilik warung makan yang terlihat pasrah di pinggir jalan. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran berjuang mati-matian untuk mengendalikan api yang terus merambat, disertai angin malam yang seolah mempermainkan arah si jago merah
Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Ruko-ruko yang menjadi saksi bisu denyut perekonomian masyarakat Cilandak kini tinggal puing-puing hangus. Beberapa mobil pemadam kebakaran dikerahkan, namun medan yang sempit dan intensitas api yang tinggi sempat membuat proses pemadaman menjadi sulit.
Namun, dalam waktu 40 menit sejak tim tiba, Sumber Api Utama akhirnya berhasil dilokalisasi—sebuah warung makan yang telah beroperasi puluhan tahun dan menjadi ikon kuliner lokal. “Kami fokus memutus rantai penyebaran api agar tidak meluas ke bangunan lain,” terang seorang anggota Damkar yang wajahnya masih basah oleh keringat dan debu.
Sampai berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih ada. Spekulasi beredar di kalangan warga listrik, mulai dari korsleting hingga ulah tangan tak bertanggung jawab. Beberapa Saksi mengaku melihat percikan api dari arah salah satu bangunan sebelum kobaran besar terjadi, namun hal ini belum bisa dipastikan.
Pihak berwajib masih mengumpulkan keterangan dan meninjau rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Sementara itu, para korban hanya bisa menyamakan nasib, menghitung kerugian, dan berharap ada bantuan dari pemerintah setempat.
Si jago merah mungkin sudah padam, tapi pertanyaan besar masih menggantung: Apa yang sebenarnya terjadi di Fatmawati malam ini?
(Laporan lebih lanjut menyusul setelah penyelidikan resmi dari pihak yang berwenang.)
Penulis: Tim Investigasi Lintas-khatulistiwa.com
Editor: Redaksi Darurat Kebakaran

