Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cegah Gangguan Kamtibmas Dini Hari, Polisi Imbau Pemuda di Bonto-Bonto Segera Pulang

Oktober 23, 2026

Festival Literasi Pangkep 2026 Resmi Ditutup

Oktober 23, 2026

Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri

Oktober 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Cegah Gangguan Kamtibmas Dini Hari, Polisi Imbau Pemuda di Bonto-Bonto Segera Pulang
  • Festival Literasi Pangkep 2026 Resmi Ditutup
  • Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri
  • Cegah Gangguan Kamtibmas, Kanit Reskrim Polsek Ma’rang Bersama Anggota Piket Laksanakan Patroli
  • GERINDRA PEDULI: H. Kamrussamad Serap Aspirasi 300 Warga Laikang, Talaka – Ma’rang Pangkep
  • Serap Aspirasi di Talaka Ma’rang, Anggota DPR RI H. Kamrussamad Janji Kawal Bantuan Nelayan hingga Sekolah Rakyat
  • SDN 16 Laikang Borong 3 Piala di Festival Anak Shalehah 2026
  • H. Mantiri Mashud Hadade, SH: Dari Kursi DPRD Menuju Panggung Pilkada Pangkep 2029
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi oleh Petugas KAI di Stasiun Mandai
Berita

Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi oleh Petugas KAI di Stasiun Mandai

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHJuni 24, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pangkajene, Sulawesi Selatan – Perjalanan liburan keluarga besar Asri Sahabuddin asal Pangkajene berubah menjadi mimpi buruk setelah mengalami pengalaman yang sangat tidak menyenangkan di Stasiun Mandai, Sulawesi Selatan. Rombongan yang berjumlah 30 orang ini mengaku mendapat perlakuan yang dianggap tidak manusiawi dari salah seorang petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Keluarga Asri Sahabuddin telah membeli tiket resmi untuk tiga rute perjalanan: Pangkajene–Barru, Barru–Mandai, dan Mandai–Pangkajene. Perjalanan dimulai dari Stasiun Pangkajene, dan meskipun semua anggota keluarga harus berdiri selama perjalanan menuju Barru karena tidak mendapatkan tempat duduk, mereka tetap berusaha menikmati liburan.

“Kami tetap menikmati perjalanan, meski harus berdiri semua dari Pangkajene ke Barru. Tidak apa-apa, kami maklumi,” ujar Asri.

Baca Juga:  Pangdivif 3 Kostrad Resmi Buka Kejuaraan INKAI di Sulawesi Selatan

Masalah muncul ketika rombongan tiba di Stasiun Mandai untuk melanjutkan perjalanan pulang. Seorang petugas KAI menyatakan bahwa anak-anak dalam rombongan tidak memiliki tiket dan tidak diizinkan naik kereta.

“Kami sudah mohon-mohon agar dibantu. Kami siap bayar berapapun syarat anak-anak kami bisa ikut pulang. Tapi petugas tetap menolak, katanya tiket sudah habis,” cerita Asri dengan nada sedih.

Puncak mengecewakan keluarga adalah ucapan dari petugas KAI yang diduga mengatakan, “Tidak bisa berangkat ini anak, tiket sudah habis. Simpan saja ini anak di sini.” Perkataan ini langsung memicu reaksi keras dari keluarga Asri, yang menilai pernyataan tersebut sangat tidak manusiawi, terutama mengingat anak-anak yang terlibat masih di bawah umur.

Baca Juga:  DEKAT DENGAN WARGA: Kapolsek Baru Liukang Tangaya Sapa Jamaah di Masjid Nurul Hidayah Pulau Pelokang

“Bagaimana bisa anak kami diminta ditinggal di stasiun? Kami bukan tidak mau bayar, kami hanya minta solusi. Tapi malah disuruh meninggalkan anak di tempat umum. Hati kami benar-benar sakit dan kecewa,” lanjut Asri.

Kejadian ini berpotensi menjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), sesuai dengan definisi dalam Pasal 1 angka 6 UU HAM yang menyebutkan bahwa pelanggaran HAM adalah perbuatan melawan hukum yang mengurangi, menghalangi, membatasi, dan mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang.

Setelah terjadi ketegangan dan protes keras dari keluarga, petugas keamanan akhirnya mengizinkan mereka untuk kembali ke Pangkajene. Namun, karena kereta sudah penuh, rombongan terpaksa menyewa mobil melalui aplikasi Maxim dan pulang dengan perasaan kecewa dan terluka secara emosional.

Baca Juga:  Lestarikan Ekosistem Laut, Dandim 1421/Pangkep Melepas Puluhan Ekor Tukik Penyu Ke Laut Lepas

Permintaan Evaluasi dan Tindakan Tegas

Keluarga besar Asri Sahabuddin berharap pihak PT KAI menanggapi secara serius kejadian ini. Mereka menuntut adanya evaluasi terhadap pelayanan petugas di lapangan, terutama dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan anak-anak dan keluarga besar.

“Kami tidak bermaksud menyudutkan siapa pun, tapi ini harus jadi evaluasi. Jangan sampai ada keluarga lain yang mengalami hal seperti kami,” tegas Asri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KAI belum memberikan penjelasan resmi terkait kejadian tersebut. Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya sikap profesional dan empati petugas publik, serta perlunya perbaikan dalam pelayanan publik untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Cegah Gangguan Kamtibmas Dini Hari, Polisi Imbau Pemuda di Bonto-Bonto Segera Pulang

Oktober 23, 2026

Festival Literasi Pangkep 2026 Resmi Ditutup

Oktober 23, 2026

Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri

Oktober 22, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

Cegah Gangguan Kamtibmas Dini Hari, Polisi Imbau Pemuda di Bonto-Bonto Segera Pulang

By Muhammad Taslim.SHOktober 23, 2026

PANGKEP – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Ma’rang melaksanakan patroli malam…

Festival Literasi Pangkep 2026 Resmi Ditutup

Oktober 23, 2026

Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri

Oktober 22, 2026

Cegah Gangguan Kamtibmas, Kanit Reskrim Polsek Ma’rang Bersama Anggota Piket Laksanakan Patroli

Oktober 22, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

LINTAS KHATULISTIWA
LINTAS KHATULISTIWA

Penerbit: PT Sultan Lintas Media
SK Kemenkumham Nomor: AHU-042606.AH.01.30.Tahun 2024
Nomor Induk Berusaha (NIB): 707240021485
NPWP: 21.251.427.7-809.000

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Cegah Gangguan Kamtibmas Dini Hari, Polisi Imbau Pemuda di Bonto-Bonto Segera Pulang

Oktober 23, 2026

Festival Literasi Pangkep 2026 Resmi Ditutup

Oktober 23, 2026

Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri

Oktober 22, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by Rhynaldking.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.