Haji, salah satu dari lima rukun Islam, adalah ziarah suci yang diwajibkan bagi semua Muslim yang mampu secara fisik dan finansial untuk melakukan perjalanan ke Mekkah, Arab Saudi, setidaknya sekali seumur hidup. Ini adalah pengalaman spiritual yang mendalam, penuh dengan tantangan fisik, kedalaman emosional, dan momen pengabdian yang intens. Puncak dari perjalanan suci ini terjadi di padang Arafah pada hari ke-8 Dzulhijjah.
Menariknya, pada tahun 2025, momen penting ini, hari Arafah, diperkirakan jatuh pada tanggal 5 Juni, yang bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah 1446 H.
Arafah adalah dataran luas berbatu yang terletak sekitar 20 kilometer di sebelah timur Mekkah. Di sinilah umat Islam dari seluruh dunia berkumpul untuk melakukan ritual haji yang paling penting: Wukuf di Arafah. Inilah saat para peziarah berdiri di hadapan Allah (Tuhan), memohon ampunan, belas kasihan, dan petunjuk. Inilah saatnya untuk berdoa, merenung dalam-dalam, dan memohon dengan sepenuh hati.
Wukuf di Arafah merupakan inti dari haji dan dianggap sebagai aspek terpenting dari seluruh ibadah haji. Dipercaya bahwa pada hari ini, pintu-pintu surga dibuka, dan doa-doa para jamaah haji dijawab. Nabi Muhammad (saw) sendiri berkata, “Haji adalah Arafah.” Ini menekankan peran penting wukuf; tanpanya, haji tidak lengkap.
Wukuf dimulai setelah salat Zuhur dan berlanjut hingga matahari terbenam. Selama waktu ini, para peziarah berkumpul di sekitar Gunung Arafah, yang juga dikenal sebagai Jabal al-Rahmah (Gunung Rahmat), yang terletak di tengah padang Arafah. Di sinilah Nabi Muhammad (saw) menyampaikan Khotbah Perpisahannya yang terkenal selama haji terakhirnya. Jabal al-Rahmah berdiri sebagai simbol rahmat, pengampunan, dan kasih sayang yang kuat.
Berdiri di Arafah adalah waktu untuk fokus dan pengabdian spiritual yang intens. Para peziarah membaca doa, permohonan, dan ayat-ayat dari Al-Qur’an. Mereka merenungkan hidup mereka, kekurangan mereka, dan dosa-dosa mereka. Mereka memohon ampun kepada Allah dan mencari bimbingan serta belas kasihan-Nya. Mereka juga berdoa untuk Umat (komunitas Muslim global) dan untuk perdamaian dan keadilan di dunia.
Setelah Wuquf di Arafah, para jamaah haji pindah ke Muzdalifah, tempat mereka bermalam dan mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah, ritual penting lainnya dari haji. Melempar jumrah melambangkan penolakan terhadap kejahatan dan godaan.
Haji adalah perjalanan spiritual yang sangat mengharukan yang ditandai dengan tuntutan fisik, pengalaman emosional, dan ibadah yang mendalam. Wukuf di Arafah adalah puncak dari perjalanan ini, saat umat Islam berkumpul di padang Arafah untuk menghadap Allah, memohon ampunan, belas kasihan, dan petunjuk. Ini adalah momen doa yang mendalam, refleksi yang mendalam, dan permohonan yang sungguh-sungguh, saat gerbang surga diyakini terbuka, dan doa para peziarah paling mudah dijawab. Pentingnya hari ini, terutama pada tanggal 5 Juni 2025 (9 Dzulhijjah 1446 H), bergema dalam bagi umat Islam di seluruh dunia yang bercita-cita untuk memulai ziarah suci ini.

