Lintas-Khatulistiwa.com. Pangkep, – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep melakukan kunjungan tindak lanjut ke Kecamatan Ma’rang sebagai tanggapan atas keluhan petani setempat mengenai lahan pertanian yang tergenang air. Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Komisi II H. Muh. Lutfi Hanafi tersebut bertujuan untuk mengkaji dampak infrastruktur dan irigasi yang tidak memadai terhadap sekitar 20 hektar lahan pertanian.
Puang Tayang yang akrab disapa H. Muh. Lutfi Hanafi didampingi perwakilan pemerintah daerah, termasuk Forkopimcam dan Danramil-05/Ma’rang Kodim 1421 Ma’rang-05 Lettu Inf. Hamza, meninjau langsung lokasi terdampak. Para petani menyampaikan kekesalan mereka atas banjir yang terus menerus terjadi, bahkan setelah hujan singkat, yang terus menerus mengakibatkan gagalnya pembibitan padi sebelum tanam. Mereka menegaskan potensi lahan tersebut untuk menghasilkan ribuan ton padi jika masalah genangan air dapat diatasi.
Kunjungan kerja yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025 tersebut dihadiri oleh perwakilan kelompok tani setempat dan pejabat Forkopimcam.
Kunjungan tersebut disambut oleh Camat Ma’rang, Hj. Hartati, didampingi Andi Muh. Idris, Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian (PPL) Kel. Ma’rang, dan Danramil Ma’rang 05- Kodim 1421 Pangkep.
Komisi II DPRD Pangkep menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi petani, tidak hanya di Kecamatan Ma’rang tetapi di seluruh Kabupaten Pangkep. Mereka mendesak Penerintah Kab.Pangkep untuk memprioritaskan masalah tersebut dalam usulan yang diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep.
Senada dengan komitmen DPRD, Camat Ma’rang, Hj. Hartati menegaskan, pengerukan sungai akan diutamakan agar petani bisa menikmati hasil panennya.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangkep untuk pengerukan sungai yang menjadi kendala utama yakni lahan seluas 20 hektare yang saat ini masih terendam air hujan,” ungkapnya.
Intervensi DPRD dan komitmen pemerintah daerah untuk mengeruk sungai memberikan secercah harapan bagi para petani di Kec. Ma’rang, yang berpotensi membuka jalan bagi peningkatan produksi padi dan perbaikan mata pencaharian. Keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada implementasi solusi yang diusulkan secara tepat waktu dan efektif, khususnya pengerukan sungai dan peningkatan infrastruktur irigasi.

